Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 11 Februari 2014

Siapa Capres Terbaik 2014

Siapa Capres Terbaik 2014

Beberapa hari yang lalu, salah satu akun fenomenal di jejaring sosial Twitter meng-kultwitkan siapa saja tokoh yang potensial dan layak menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI 2014 nanti.

Dalam kultwitnya, akun @triomacan2000 mengatakan bahwa, ukuran penilaian sosok Capres & Cawapres terbaik ialah yang mampu mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang adil dan merata dengan pertumbuhan ekonomi yang baik. Itu semua menurut @triomacan2000 dapat tercapai apabila Indonesia memiliki Presiden yang cerdas dan dapat menegakan hukum dengan baik. Melalui kriteria tersebut, akun fenomenal tersebut menjelaskan satu persatu siapa saja Tokoh yang pantas menjadi Presiden & Wakil Presiden RI 2014.

Tokoh yang pertama disebutkan olehnya ialah Jusuf kalla. Menurutnya, JK ialah sosok yang sempurna, apabila tudingan nepotisme yang melekat pada dirinya dapat dipatahkan oleh beliau. Selain itu, JK juga harus mampu meyakinkan rakyat Indonesia bahwa dirinya sehat wal'afiat, karena melihat umurnya yang sudah 70 tahun.

Tokoh kedua menurut akun tersebut ialah Mahfud MD. Dengan dasar bahwa beliau merupakan tokoh yang komplit, Eksekutif, Legislatif, Yudikatif, semua pernah dimasuki.Mahfud MD juga sukses ketika berada di semua sektor pemerintahan. walaupun media massa jarang memberitakan kesuksesan tersebut.

Tokoh ketiga ialah Hatta Rajasa. Sebagai teknokrat ekonom yang memiliki pengalamn lengkap di pemerintahan, HR merupakan sosok yang ideal untuk membuat pertumbuhan ekonomi RI membaik.

Dari ketiga tokoh tersebut, menurut @triomacan2000 pasangan JK-Mahfud, Mahfud-Hatta, JK-Hatta ataupun sebaliknya, dapat dikatakan sebagai sosok yang ideal menjadi Presiden & Wakil Presiden RI 2014 nanti.

Sumber : Sumber: http://chirpstory.com/li/82447 

Jumat, 07 Februari 2014

Mengapa Banjir Jakarta 2014 Bertahan Lama?

Mengapa Banjir Jakarta 2014 Bertahan Lama?

Puncak curah hujan di Jakarta pada tahun 2013 lalu lebih besar daripada tahun 2014. Pada tahun 2013, puncak curah hujan mencapai 194-200 milimeter.

"Sementara tahun ini curah hujan maksimalnya 147 milimeter," kata Kepala Bidang Informasi Meteorologi Publik BMKG Kukuh Ribudiyanto saat dihubungi Liputan6.com di Jakarta, Rabu malam (5/2/2014).

Menurut Kukuh, hujan yang turun di Jakarta mulai akhir 2013 hingga awal 2014 ini rata-rata curah hujannya 50-100 milimeter. Namun demikian, curah hujan intensitas 50-100 milimeter itu sanggup merendam sebagian wilayah Ibukota dalam kurun yang lumayan lama.

Apa sebab? "Kondisi hujan antara 50-100 milimeter itu terjadinya berhari-hari. Sehingga jika ditotal curah hujan bulanannya mungkin lebih tinggi dari tahun lalu," tutur Kukuh.

"Kali ini hujan 50-100 itu sering terjadi, agak lebat. Itu makanya banjir terjadi lama," tambah dia. Untuk diketahui, hujan intensitas 500-100 milimeter termasuk lebat. Sementara di atas 100 milimeter sangat lebat.

Sementara, tambah Kukuh, pada 2013 silam hujan lebat tidak terjadi dalam kurun waktu yang lama di Jakarta. Hujan sangat lebat pada 2013 tidak terjadi berturut-turut.

"Kalau pada saat 2013 itu hujan di atas 50-100 milimeter sebentar. Mungkin hanya 2 hari sebelumnya hujan 190-200 milimeter. Hujannya sekaligus bres. Sekarang hujan sedang hingga lebat, tapi terus-menerus," ujar dia.

Teorinya, kata dia, jika hujan lebat hanya terjadi sebentar air yang jatuh ke tanah sebagian besar akan diserap tanah dan tumbuhan. Sisanya mengalir. Sementara, jika hujan sedang yang turun terus-menerus, maka airnya sebagian besar tidak akan diserap tanah.

Dikutip dari : Liputan6.com, Jakarta :

 
©