Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 30 Mei 2014

Aku Rapopo

Aku Rapopo

rasa hati ini uwes broken
nemu kamu wes tak sobek sobek
kang mas indehoy karo miss tukinem

don’t alesan don’t many alesan
i sudah know mas you bajingan suka jajan
your wife ini minta di ceraikan

endasku saiki uwes puyeng
gara gara i think macem macem
ora peduli how do you how how
iing penting jupe uwes seneng

it’s oke wae mas
it’s oke wae
aku rapopo..aku rapopo..aku rapopo

don’t comeback again mas
don’t comeback again
aku rapopo..aku rapopo..aku rapopo

mas aku nyambut gawe, gae kowe
ayuku gawe kowe, awakku gawe kowe
tapi, kenopo, kenopo, kenopo

:D

Kamis, 29 Mei 2014

Louhan Cantik Siapa yang Punya

Louhan Cantik Siapa yang Punya

Aduu caantiknya ..
Ikan Louhan punya siapa? Punya aku tentunya, louhan aku dimasa depan akan seprti itu, sekarang sih masih kana-kanak :d Tpi jenonngya ude gede ko .. tinggal nnggu lebh gede n warnanya yang lebih terang. Semangat yaa ikan louhan ku tersayang, berjuang hidup demi cita" :D

Rabu, 28 Mei 2014

Info Selebriti Tanah Air Hari ini

Info Selebriti Tanah Air Hari ini

Mulan Jameela Didatangi Perempuan Yang Ngaku Dinikahi Dhani
ckckck
Kasian Mulan Jameela, mungkin ini balesan atas perbuatan nakalnya ke maia estianty :D

Sabtu, 24 Mei 2014

Nama Artis Terkaya di Indonesia

Nama Artis Terkaya di Indonesia

Berprofesi sebagai artis memang sangat mengiurkan, tidak hanya popularitas dan menjadi pusat perhatian tapi juga bergelimang dengan harta. Disini kami akan mencoba menguak artis Indonesia terkaya saat ini. Jangan lupa juga untuk membaca artis Korea paling kaya dengan pendapatan hingga jutaan dollar. Publik mungkin menilai bahwa pendapatan artis ini didapat dengan sangat mudah yaitu cuman tampil sebagai aktor atau penyanyi. Namun, dibalik itu semua ada perjuangan dalam menggapai posisi mereka saat ini dan itulah yang sebaiknya kita tiru.

Nah siapakah artis paling kaya di Indonesia?

Daftar Artis Terkaya Indonesia
1. Anjasmara

Dengan total kekayaan mencapai Rp 20 Miliar, Anjasmara kami nobatkan sebagai artis Indonesia terkaya saat ini. Walaupun akhir-akhir ini, Anjasmara sudah jarang tampil sebagai aktor, namun dia aktif berproduksi di belakang panggung sebagai produser atau sutradara dan sukses mengisi pundi-pundi kekayaannya.

2. Tukul Arwana
Pelawak yang satu ini memang sungguh multi talenta, kepiawainnya membawakan talkshow Bukan Empat Mata mengantarkan Tukul sebagai salah satu artis paling kaya dengan nilai total kekayaan mencapai 15 Milyar. Selain sebagai host, Tukul juga mendapatkan pendapatannya sebagai bintang iklan. Tukul saat ini merupakan pembawa acara dengan tarif termahal


3. Bunga Citra Lestari
BCL masuk dalam daftar artis terkaya melalui dunia tarik suara. Album-albumnya selalu laris di pasaran. Selain itu BCL juga bermain dalam beberapa film dan sinetron.

4. Titi Kamal
Titi Kamal merupakan artis senior dengan pendapatan terbanyak dari film. Selain itu dia juga merambah bisnis lainnya berupa restoran dan butik. Bisnis restoran yang ia tekuni saat ini beromzet puluhan juta rupiah dan memiliki banyak cabang.


5. Luna Maya
Walaupun pendapatan Luna Maya akhir-akhir ini merosot tajam setelah terkait kasus Ariel beberapa waktu silam, namun Luna Maya masih masuk dalam daftar artis Indonesia terkaya dimana ia memperoleh kekayaannya dari bisnis butiknya. Selain itu sepertinya Luna juga sudah mulai tampil dalam beberapa acara di TV.

Itulah artis Indonesia dengan kekayaan paling banyak, jangan lupa untuk membaca artikel lainnya yaitu artis Indonesia tercantik. Mudah-mudahan dengan begitu memacu kita untuk terus berkarya yang terbaik.

Nama Artis Terkaya di Indonesia

Kamis, 22 Mei 2014

Pelangi Nusantara

Pelangi Nusantara


BAHAN :
• putih telur (kurang lebih 325 cc) 1,5 gelas
• gula halus 150 gram
• tepung terigu 425 gram
• mentega cair 150 gram
• baking powder 1 sendok makan
• ovalet 1/2 sendok teh
• rhum 3 sendok makan

CARA MEMBUAT PELANGI NUSANTARA :

• Ayak gula halus dan tepung terigu agar diperoleh butir-butir lepas, panaskan terlbih dahulu oven dengan panas sedang-sedang saja.
• Siapkan sebuah tempat untuk mengocok putih telur, tempat ini harus benar-benar bersih kering dan tidak berminyak, tempatkan putih telur ke dalam tempat yang sudah disiapkan, lalu kocok sampai naik.
• Sedikit demi sedikit tambahkan gula halus ke dalam putih telur sambil dikocok terus agar tercampur rata.
• Masukkan baking powder, ovalet dan kocok sampai rata, masukkan sedikit demi sedikit tepung,
aduk sampai rata terakhir tuangkan mentega cair aduk sampai rata,.serta rhumnya.

CARA PENYELESAINNYA :

• Bagi adonan menjadi 4 bagian, beri warna merah, hijau, coklat, putih, siapkan loyang setengah lingkaran
ukuran 20 x 11 cm, olesi mentega, tuang adonan warna putih, ratakan kemudian warna merah selanjutnya
warna hijau dan terakhir warna coklat, kukus selama 30 menit , matang angkat , keluarkan dari cetakan
siap dihidangkan.
Selamat Mencoba ^^

Pelangi Nusantara


Rabu, 21 Mei 2014

Jokowi Vs Prabowo

Jokowi Vs Prabowo


- Pertarungan pemilihan presiden dan wakil presiden pada 9 Juli 2014 yang akan datang tampaknya akan berlangsung seru.

Soalnya, pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (Cawapres) yang akan berlaga itu dinilai punya kekuatan yang hampir berimbang.

Hal itu disampaikan oleh peneliti Charta Politika Yunarto Wijaya di Jakarta, Senin (19/5/2014). "Bila melihat hasil survei saat ini, Joko Widodo (Jokowi) memang tingkat elektabilitas masih unggul dibandingkan Prabowo sekitar 15%," ujarnya kepada KONTAN, Senin (19/5). 

Sebagaimana diketahui, kemarin ada dua pasangan capres dan cawapres yang melakukan deklarasi. Yaitu, pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan cawapres Jusuf Kalla (JK) dan pasangan capres Prabowo Subianto dan cawapres Hatta Rajasa.

Namun, Yunarto bilang, harus diakui bahwa tingkat elektabilitas Prabowo terus naik pasca pemilihan umum legislatif April lalu. Sementara tingkat elektabilitas Jokowi cenderung stagnan.

Nah masih ada waktu sekitar satu setengah bulan lagi bagi kedua pasangan capres dan cawapres untuk meraih simpati publik dan meningkatkan elektabilitas masing-masing.

Yunarto menilai, kekuatan pasangan kedua capres dan cawapres ini terbilang sama-sama mumpuni. Jokowi yang didampingi JK dinilai pasangan ideal dan saling melengkapi.

Sebab selama ini, Jokowi cenderung dipandang kurang berpengalaman dalam mengelola pemerintahan. JK dianggap bisa menutupi kelemahan Jokowi. Sebab, JK bisa bermanuver dan memiliki pengalaman dalam menghadapi parlemen yang selama ini dinilai tidak dimiliki Jokowi.

JK juga memiliki pengalaman dan jaringan luas dalam bidang ekonomi dan hubungan luar negeri dan pernah menjadi wakil presiden.

Sementara itu, lanjut Yunarto, Prabowo juga dinilai lemah dalam bidang administrasi. Nah kelemahan itu bisa diimbangi Hatta yang sudah empat kali menjadi menteri dan memiliki kemampuan dalam mengelola administrasi negara.

Pribadi Prabowo yang dinilai cenderung anti asing dan meledak-ledak juga bisa ditutupi Hatta yang dinilai lebih cenderung moderat.

Kalau dilihat, kekuatan kedua capres dan cawapres ini cukup berimbang dan kemenangan salah satu pihak sangat ditentukan oleh mobilitas partai pendukung kedua capres.

Maka dalam waktu satu setengah bulan terakhir ini, merupakan arena bagi kedua capres dan tim pendukungnya untuk jual gagasan dan meyakinkan rakyat pemilih. Kekuatan tim pendukung masing-masing capres dan cawapres sangat menentukan pemenang pilpres yang akan datang.

Selain itu, menurut Yunarto, politik transaksional dan kampanye hitam atau kampanye negatif juga turut mempengaruhi kemenangan. Soalnya kampanye seperti ini menjadi sesuatu yang lumrah dalam negara demokrasi.

Jadi bila saat ini Jokowi memang masih di atas angin, tapi satu setengah bulan ke depan, penentu kemenangan adalah mobilitas, adu gagasan, manuver, kampanye termasuk kampanye negatif dan politik transaksional yang menjadi penentunya. (Noverius Laoli)

Sumber : http://www.tribunnews.com

Selasa, 08 April 2014

Pemerintah Tetapkan 9 April Hari Libur Nasional

Pemerintah Tetapkan 9 April Hari Libur Nasional

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menetapkan hari pemungutan suara Pemilu Legislatif 2014, Rabu, 9 April 2014 sebagai hari libur nasional.
Besok, semua warga negara Indonesia yang memenuhi syarat sebagai pemilih diminta datang ke tempat pemungutan suara (TPS) untuk menggunakan hak pilihnya.

Ketetapan tersebut diputuskan melalui Keputusan Presiden Nomor 14 Tahun 2014 tentang Penetapan Hari Pemungutan Suara Pemilu Legislatif sebagai Hari Libur Nasional.

"Menetapkan Rabu, 9 April 2014 sebagai hari libur nasional untuk pemungutan suara Pemilu Legislatif atau hari dan tanggal lain yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk pemilu lanjutan dan/atau susulan," demikian bunyi keppres itu.

Keppres itu diterbitkan dengan pertimbangan pasal 4 ayat (3) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilu Umum Legislatif. UU itu menetapkan, hari pemungutan suara dilaksanakan pada hari libur atau hari yang diliburkan secara nasional.

Pemilih akan memilih calon anggota legislatif (caleg) yang akan duduk di bangku Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) provinsi, DPRD kabupaten/kota dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Khusus untuk pemilih di Provinsi DKI Jakarta yang terdiri dari tiga daerah pemilihan, hanya memilih untuk DPR, DPRD tingkat provinsi, dan DPD.

Sementara pemilih di Provinsi Lampung, akan mencoblos lima surat suara. Selain pemilu legislatif, mereka juga menggelar pemilihan kepala daerah atau calon gubernur.

Senin, 24 Maret 2014

Yuuk Kita Pilih Pemimpin Yang Adil dan Bijaksana

Yuuk Kita Pilih Pemimpin Yang Adil dan Bijaksana



Seperti KITA mengenal Raja Sulaiman— juga seorang nabi—yang bijak dan adil. Tentang sikap bijak ini Raja Sulaiman kelihatannya menjadi rujukan istimewa. Beliau dikenal sebagai Sulaiman yang bijak. 

Selebihnya beliau memiliki derajat istimewa: menguasai bahasa hewan dan berbicara dengan hewan. Beliau memahami bahasa semut,binatang kecil, tapi juga bahasa binatang yang besar-besar. Gusti Kanjeng Nabi Muhammad SAW juga pemimpin yang sangat adil. Kepada para musuh, orang-orang kafir yang mengancam hidupnya pun beliau bersikap adil, tidak marah, dan tidak mendengki. 

Keadilan merupakan watak istimewa beliau. Dalam salah satu bagian dari kisah beliau disebutkan, pada suatu hari beliau berjalan-jalan di luar pagar kebun orang kaya. Tak ada urusan penting bagi beliau untuk memasuki kebun itu, tapi entah bagaimana, beliau sendiri tak begitu memahaminya, tapi beliau masuk. Di dekat pintu masuk itu terikatlah seekor induk domba liar yang wajahnya tampak bersedih. 

Ketika beliau menengok hewan itu, beliau tahu, ada sesuatu yang hendak disampaikannya pada beliau. Benar. Ketika beliau mendekat, induk domba itu melaporkan bahwa dia tertangkap oleh pemilik pekarangan itu dan kini, seperti dapat dilihat, dia terikat tak berdaya. Padahal dia harus menyusui anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Ini sudah mendekati tengah hari, saat mereka minum. 

Rasulullah SAW mengerti apa yang diinginkannya. Beliau bertanya—untuk meyakinkan sikapnya—apakah jika diberi izin kembali sebentar ke hutan untuk menyusui anak-anaknya, dia mau berjanji untuk kembali ke sini, dan hewan itu menjawab: “Saya berjanji.” “Apakah kau bersedia memenuhi janji itu?” “Saya bersedia.” “Kalau pemilik kebun ini memberimu izin menyusui anak-anakmu yang kehausan itu, apakah kau tidak lupa pada janjimu?” “Tidak. Aku tidak akan melupakannya.

” Dengan jaminan Rasulullah sendiri, tuan pemilik kebun itu percaya pada si induk kambing. Pendeknya, dia boleh pergi sebentar. Dia percaya hewan itu tak akan ingkar janji. Memang benar. Dia berlari sekencang- kencangnya menemui anakanaknya, dan memberi mereka minum hingga masing- masing puas. Sesudah itu induk kambing itu kembali. Rasulullah gembira sekali. 

Beliau sayang pada hewan yang baik hati ini. Kepada pemilik kebun itu beliau menanyakan, apakah induk kambing hutan ini boleh dibeli. “Rasulullah . Bagaimana aku bisa bicara mengenai jual beli tentang sesuatu yang menarik hati Rasulullah?” “Bagaimana maksudmu? Aku tidak jelas,” jawab Rasulullah. “Maksudku, jika benar Rasulullah tertarik pada hewan itu, aku siap dan ikhlas mempersembahkan nya pada Rasulullah, tanpa bicara mengenai jual-beli.

”Rasulullah sangat gembira. Tentu saja, dengan terima kasih yang dalam, beliau terima hadiah itu. Adapun kepada si induk kambing itu, beliau berkata dengan nada sangat gembira bahwa dia boleh kembali ke hutan, hidup kembali dengan anak-anaknya seperti semula. Kita seperti terlempar ke dalam dunia dongeng: sebuah dunia di mana apa pun bisa terjadi. Tapi, ini bukan dunia dongeng, melainkan tarikh— sejarah—perjuangan dan kehidupan pribadi Rasulullah. 

Tentu, dengan sendirinya, ada catatan tambahan: Rasulullah itu pemimpin rohani atau pemimpin “langit” yang ditugaskan di bumi. Jangan lupa, tugas beliau itu memimpin kehidupan rohani umat, tapi sekaligus pemimpin politik, kepala negara, kepala pemerintahan yang menampilkan sosok ”good governance” dan sekaligus “clean government” sekitar lima belas abad lampau, yang di sini, sekarang ini, masih kita perdebatkan. Formula “good governance” itu bahkan masih kita rumuskan . 

Betul, disana sini sudah kita coba laksanakan sebagai proyek rintisan, proyek percobaan, untuk menjajaki adakah kita memiliki kemampuan yang dibutuhkannya. Alhamdulillah, kita punya. Di sana sini kita memperoleh hasil yang kita inginkan. “Good governance” dan gagasan mengenai “clean government” dua-duanya memerlukan kehadiran sosok pemimpin yang adil. Syukur juga bijaksana. 

Kita, yang sudah agak gembira melihat hasil-hasil rintisan mengenai “good governance” itu, sebagai proyek kebudayaan pada tingkat “grass-root” di masyarakat kita, tiba-tiba, di dalam kehidupan tingkat atas, yang bermain kebijakan dan merumuskan pilihan-pilihan politik, kita dirundung rasa kecewa berkepanjangan. Pemimpin demi pemimpin, pada tingkatan birokrasi yang berbeda-beda, di wilayah operasional yang juga dan berbeda-beda, hampir tak ada yang memiliki sifat adil, apalagi yang bijak. 

Konvensi dalam suatu partai politik, untuk memilih pemimpin— katanya—yang adil, bersih, dan demokratis, sesuai tuntutan konstelasi politik internasional maupun kebutuhan lokal” kita sendiri, apakah ini artinya? Kita menjaring calon pemimpin bangsa, dari kalangan putra-putri kita sendiri? Kita percaya pada idiom ini: pemimpin bangsa, dari putra-putri kita sendiri? Kita percaya pada lembaga survei yang selalu bisa menjawab secara instan setiap keperluan politik, dari suatu pihak, termasuk untuk sekadar membangun citra “sontoloyo” yang durhaka, dan memalsu kebenaran ilmiah? 

Kita percaya pada lembaga survei baru, yang gagah berani bicara—di tengah kegusaran kita yang nyata, karena sukarnya menemukan pemimpin yang baik, dan dia tiba-tiba bicara dengan tegas, mengenai “a few good men” yang tingkat “reliability”-nya meragukan, apalagi ketika sosok “a few good men” itu diungkap satu persatu, dan kita tahu mereka semua, kita tahu latar belakang mereka. 

Kalau golongan ilmuwan— lain lagi yang agak palsu, dan hanya pura-pura ilmuwan— juga bohong pada publik demi uang, kepada siapa kita bertanya tentang kebenaran? Dalam situasi memalukan seperti ini, apa mau dikata kalau para pemimpin resmi yang mengendalikan pemerintahan ini juga bohong, korup, dan menodai dasar negara kita dan tujuan kita bernegara? Di mana gagasan mengenai pemimpin yang adil itu kita peroleh? Mungkin kita tak punya pemimpin seperti itu. Kita tak punya. 

Rabu, 05 Maret 2014

KPK Periksa Tujus Sepupu SBY

KPK Periksa Tujus Sepupu SBY


 Penyidik KPK memeriksa mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Sartono Hutono.
Pemeriksaan laki-laki berkumis yang disebut-sebut sebagai sepupu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini berlangsung tiga pekan berselang sejak dokumen KPK yang diduga berkas berita acara pemeriksaan (BAP) Ketua Komisi VII DPR RI Sutan Bhatoegana beredar di masyarakat.
Selain Sartono, KPK juga  memeriksa Juhaini Alie, adik kandung Ketua DPR RI Marzuki Alie. Sartono memenuhi panggilan pemeriksaan KPK, Selasa (4/3) sekitar pukul 09.45 WIB.
Sartono membenarkan dia diperiksa sebagai saksi bagi tersangka gratifikasi proyek Hambalang, mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.
"Saya diperiksa untuk Hambalang, untuk Mas Anas," ujar Sartono kepada wartawan di kantor KPK Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, kemarin.
Dikonfirmasi soal Eka Putera, stafnya yang disebut-sebut mengatur pertemuan antara Sekjen Partai Demokrat Edi Baskoro alais Ibas dengan pihak SKK Migas, dan Ketua Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Sutan Bhatoegana guna memenangkan PT Rekayasa Industri (Rekin).
Dia berkelit tak tahu-menahu. Bahkan, dia membantah mengetahui PT Rekin yang dimaksud. "Soal Mas Anas aja. Rekin saya nggak kenal," ujarnya menandaskan.

(tribunnews/edf//fer/coz)

Minggu, 02 Maret 2014

Pantaskah jokowi menjadi presiden 2014

Pantaskah jokowi menjadi presiden 2014

Pantaskah jokowi menjadi presiden 2014 - Lantas, pantaskah Jokowi yang baru setahun menjabat sebagai Gubernur DKI menjadi Presiden RI menggantikan Susilo Bambang Yudhoyono?


Bagi Anda “penggemar” Jokowi akan mudah saja menjawabnya. Jokowi pasti pantas, layak dan mampu menjadi Presiden RI berikutnya. Bagi Anda yang “anti” Jokowi pun juga tidak kalah mudahnya menjawab pertanyaan tersebut dengan jawaban sebaliknya.

Pantaskah jokowi menjadi presiden 2014 - Secara politis, Jokowi masih dianggap bukanlah tokoh PDIP yang memberikan dampak masif terhadap perolehan suara PDIP. Jokowi masih dianggap membawa figur dirinya sendiri yang mampu meyakinkan pemilihnya bahwa dia mampu menjabat sebagai kepala daerah. Namun demikian hasil survei berbagai lembaga survei yang entah independen atau tidak (saya tidak tahu), Jokowi kerap kali menjadi yang teratas untuk urusan elektabilitas. Meskipun partainya yaitu PDIP, elektabilitasnyatidak banyak terpengaruh dengan tingginya elektabilitas Jokowi. Berhubung PDIP tidak mengenal konvensi, kemungkinan Jokowi untuk maju menjadi calon Presiden masih menjadi tanda tanya besar bagi semua orang. Jokowi tidak masuk ke dalam struktur pengurus partai, sehingga kemungkinan besar isu Jokowi maju menjadi calon Presiden sepertinya hanya akan menjadi cerita lalu.

Terlepas dari masalah teknis politis, sebenarnya pantas tidak sih Jokowi jadi Presiden?

Ya kalau saya yang menjawab, saya akan bilang pantas-pantas saja.Sosok yang sepertinya sudah lama dinantikan oleh banyak rakyat Indonesia untuk memimpin negeri ini menuju masyarakat yang adil dan makmur. Bila dibandingkan dengan calon-calon yang lain? Saya juga menjawab pantas-pantas saja. Subyektif? Memang subyektif. Bukankah memilih itu subyektif?

Apalagi kalau dibandingkan dengan Ruhut selalu berusaha menjatuhkan calon lain khususnya Jokowi. Lha wong dia mau jadi ketua Komisi III DPR RI saja, nggak ada yang setuju.

Pantaskah jokowi menjadi presiden 2014

Selasa, 11 Februari 2014

Siapa Capres Terbaik 2014

Siapa Capres Terbaik 2014

Beberapa hari yang lalu, salah satu akun fenomenal di jejaring sosial Twitter meng-kultwitkan siapa saja tokoh yang potensial dan layak menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI 2014 nanti.

Dalam kultwitnya, akun @triomacan2000 mengatakan bahwa, ukuran penilaian sosok Capres & Cawapres terbaik ialah yang mampu mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang adil dan merata dengan pertumbuhan ekonomi yang baik. Itu semua menurut @triomacan2000 dapat tercapai apabila Indonesia memiliki Presiden yang cerdas dan dapat menegakan hukum dengan baik. Melalui kriteria tersebut, akun fenomenal tersebut menjelaskan satu persatu siapa saja Tokoh yang pantas menjadi Presiden & Wakil Presiden RI 2014.

Tokoh yang pertama disebutkan olehnya ialah Jusuf kalla. Menurutnya, JK ialah sosok yang sempurna, apabila tudingan nepotisme yang melekat pada dirinya dapat dipatahkan oleh beliau. Selain itu, JK juga harus mampu meyakinkan rakyat Indonesia bahwa dirinya sehat wal'afiat, karena melihat umurnya yang sudah 70 tahun.

Tokoh kedua menurut akun tersebut ialah Mahfud MD. Dengan dasar bahwa beliau merupakan tokoh yang komplit, Eksekutif, Legislatif, Yudikatif, semua pernah dimasuki.Mahfud MD juga sukses ketika berada di semua sektor pemerintahan. walaupun media massa jarang memberitakan kesuksesan tersebut.

Tokoh ketiga ialah Hatta Rajasa. Sebagai teknokrat ekonom yang memiliki pengalamn lengkap di pemerintahan, HR merupakan sosok yang ideal untuk membuat pertumbuhan ekonomi RI membaik.

Dari ketiga tokoh tersebut, menurut @triomacan2000 pasangan JK-Mahfud, Mahfud-Hatta, JK-Hatta ataupun sebaliknya, dapat dikatakan sebagai sosok yang ideal menjadi Presiden & Wakil Presiden RI 2014 nanti.

Sumber : Sumber: http://chirpstory.com/li/82447 

Jumat, 07 Februari 2014

Mengapa Banjir Jakarta 2014 Bertahan Lama?

Mengapa Banjir Jakarta 2014 Bertahan Lama?

Puncak curah hujan di Jakarta pada tahun 2013 lalu lebih besar daripada tahun 2014. Pada tahun 2013, puncak curah hujan mencapai 194-200 milimeter.

"Sementara tahun ini curah hujan maksimalnya 147 milimeter," kata Kepala Bidang Informasi Meteorologi Publik BMKG Kukuh Ribudiyanto saat dihubungi Liputan6.com di Jakarta, Rabu malam (5/2/2014).

Menurut Kukuh, hujan yang turun di Jakarta mulai akhir 2013 hingga awal 2014 ini rata-rata curah hujannya 50-100 milimeter. Namun demikian, curah hujan intensitas 50-100 milimeter itu sanggup merendam sebagian wilayah Ibukota dalam kurun yang lumayan lama.

Apa sebab? "Kondisi hujan antara 50-100 milimeter itu terjadinya berhari-hari. Sehingga jika ditotal curah hujan bulanannya mungkin lebih tinggi dari tahun lalu," tutur Kukuh.

"Kali ini hujan 50-100 itu sering terjadi, agak lebat. Itu makanya banjir terjadi lama," tambah dia. Untuk diketahui, hujan intensitas 500-100 milimeter termasuk lebat. Sementara di atas 100 milimeter sangat lebat.

Sementara, tambah Kukuh, pada 2013 silam hujan lebat tidak terjadi dalam kurun waktu yang lama di Jakarta. Hujan sangat lebat pada 2013 tidak terjadi berturut-turut.

"Kalau pada saat 2013 itu hujan di atas 50-100 milimeter sebentar. Mungkin hanya 2 hari sebelumnya hujan 190-200 milimeter. Hujannya sekaligus bres. Sekarang hujan sedang hingga lebat, tapi terus-menerus," ujar dia.

Teorinya, kata dia, jika hujan lebat hanya terjadi sebentar air yang jatuh ke tanah sebagian besar akan diserap tanah dan tumbuhan. Sisanya mengalir. Sementara, jika hujan sedang yang turun terus-menerus, maka airnya sebagian besar tidak akan diserap tanah.

Dikutip dari : Liputan6.com, Jakarta :

 
©